Mencari Kebenaran dengan Al-Quran Hardcopy


Kenapa hardcopy? Ada apa dengan versi softcopy?

Bermula dari pengalaman saya barusan. Melihat ada postingan mengenai Yayasan yang mengeluarkan piagam “Beriman dan Sholeh” kepada seseorang. Yaa.. saya anggap udah banyak yang tau. Kalau belum tau, silahkan cari sendiri. Bukan problem itu yang mau saya bahas. Tapi di piagam itu tertera “… berdasarkan Surat Al-Imran ayat 113-114”. Kemudian, saya cek di Al-Quran digital, artinya adalah:
“Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (shalat). Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh”.

Saya langsung berfikir (maafkan saya), “jadi Ahli Kitab juga bisa disebut soleh kalau dia berbuat seperti muslim? tapi rasanya pernah dengar di ceramah bahwa, sebaik apapun, se-sholeh apapun non-Muslim, amalnya tetap tidak diterima Allah jika dia tidak masuk Islam”. Di situ saya merasa janggal dan bingung. Setelah saya sampai di rumah, saya buru-buru buka Al-Quran hardcopy. Iya, ada yang terlupa dari digital: tidak ada catatan kaki. Di Al-Quran hardcopy, ada catatan setelah “ada golongan yang jujur”, yaitu:
“Ahli Kitab tersebut adalah golongan Ahli Kitab yang sudah memeluk Islam”.
Catatan kaki ini biasanya dibuat untuk menjelaskan hal-hal tertentu, ya termasuk hal ini (ya sesuai fungsi catatan kaki).

Terjawab sudah semua kejanggalan ini. Saya ingin berbagi, karena zaman sekarang, orang-orang yang membenci Islam bisa menggunakan potongan ayat Al-Quran untuk menjebak kita. Maka benar, belajar Islam itu harus “kaffah” atau menyeluruh. Ayat Al-Quran itu sambung-menyambung, ga bisa diambil satu ayat lalu ditafsirkan. Kalau masih penasaran dengan potongan ayat tersebut, minimal kita lihat ayat sebelumnya, sedang membahas apa. Kalau masih belum puas juga, tanyakan ahlinya.

Saya belum tau sih, apakah ada Quran digital yang sudah ada catatan kaki-nya. Tapi yaa.. memang rasanya beda sih “memahami” yang dari digital dan hardcopy. Versi digital itu memang portable, sangat memudahkan ketika ingin membaca Al-Quran di mana saja. Tapi kalau untuk “memahami”, rasanya tetap yang hardcopy yang lebih lengkap.

Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam menafsirkan ayat Al-Quran dan jangan lupa selalu tabbayun (mencari kebenaran) mengenai ayat Al-Quran dengan Al-Quran! πŸ™‚

*tambahan: tentu pilih Al-Quran yang sudah terverifikasi Departemen Agama yaa..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s