Social Media has no rules, so be wise to use it! (Part 1: Post)


Tiba-tiba saya ingin banget mengungkapkan pendapat mengenai media sosial sekarang2 ini. Ini hanya pendapat saya, entah orang2 sependapat atau ga.

Ketika kita mendengar kata Media Sosial, hal yang pertama dilakukan adalah ‘posting’ sesuatu. Posting di sini bisa berupa ngeshare apa yang sedang dilakukan, pendapat, berita, dan sebagainya. Posting sesuatu adalah hal yang wajar karena di seluruh media sosial ada tombol alias fungsi ini. Tapi, dikatakan tidak wajar ketika mengungkapkan pendapat yang tidak menggunakan bahasa yang baik, menyinggung pihak lain, membuat berita palsu (hoax), pokoknya hal-hal yang negatif. 

Sebenernya, hal apa sih yang membuat kita senang posting di media sosial? Saya pengen banget diskusi ini sama psikolog atau sosiolog. Karena belum kesampean, yaa saya coba ungkap berdasarkan pengalaman aja (kalau di antara pembaca ada seorang psikolog, hubungi saya ya, hehe).

  1. Feel lonely. Kita kesepian, ga ada tempat curhat. Karena makin hari makin banyak yang punya akun media sosial, kita ngerasa bisa ngungkapin segala macem yang dirasakan oleh kita ke ‘friends’ atau ‘followers’ kita. Walaupun kita ga tau tuh temen atau follower emang bener ada di dunia nyata dan emang bener care di dunia nyata, tapi setidaknya unek2 kita bisa ada yang tampung atau setidaknya ada yang tau kondisi kita.
  2. Want to be exist on this world. Internet itu udah bisa dikatakan dunia. Kita pengen nunjukin ke dunia bahwa kita ini ada, melalui internet. Semakin kita eksis di medsos, makin eksis juga kita di dunia.
  3. Addicted to ‘Like’. Tombol satu ini emang bikin hepi. Tombol ‘Comments’ juga. Makin banyak jumlahnya makin seru jadinya. Makin merasa ga sendiri, merasa banyak yang peduli, dan makin eksis diri.
  4. Want to share hot news. Layaknya di dunia nyata, terkadang kita ga mau ketinggalan berita terhangat dan ngasih tau temen2 yang lain.
  5. Lucu-lucuan. Mengisi waktu luang, daripada bengong mending posting sesuatu, apapun itu.
  6. sisanya monggo isi sendiri..

“Terus kenapa? 6 hal di atas wajar aja kan?”. Yap! Karena itu semua manusiawi dan sekarang trend masyarakat dunia adalah posting something on social media. Tapi, hal di atas menjadi bermasalah jika:

  1. Setiap menit kita posting apa yang sedang kita lakukan. Perlu kita sadari, tidak semua orang di sosial media mau tau tentang kehidupan kita. Malah postingan kita jadi bahan kekesalan orang lain karena terkadang bahasa yang kita gunakan di luar kendali (ceritanya saking keselnya kita sama seseorang).
  2. Apakah kita dikenal pembuat Facebook karena kita menjadi pengguna aktif di medsos buatannya? Eh jangan jauh2, apa kita kenal sama semua ‘friends’ dan ‘followers’ kita? Saat kita ketemu sama mereka, kita tau mereka-mereka tau kita ga ya?
  3. Terlalu banyak komen. Terkadang, karena terlampau sudah ramai, penggunaan bahasa yang baik jadi berkurang. Contoh, postingan tentang kekesalan, ada yang dukung, dia ikut marah juga. Saking marahnya, komentarnya pedes banget. 
  4. Posting sesuatu yang tidak senonoh atau menyinggung perasaan orang lain. Niatnya sih lucu-lucuan, tapi malah jadi ada pihak yang tersinggung. 

Tapi, 6 hal di atas bisa kita jadikan nilai positif jika tujuan posting kita adalah untuk berbagi hal-hal yang positif dengan orang lain. Misalnya, posting tentang cara memasak, pengalaman berharga yang nantinya ada pesan dibaliknya supaya orang2 dapat mengambil pesan dari pengalaman kita, posting mengenai kegiatan positif dan mengajak teman2 medsos kita untuk melakukan hal yang sama, dan sebagainya. Kalau dari posting saja sudah positif, biasanya komentar orang2 juga positif. 

Saya merasa geram sekarang dengan orang2 yang melakukan hal nomor 4. Terkadang, lucu-lucuan sekarang di medsos sama sekali tidak lucu. Membuat ‘meme’ dengan wajah orang lain yang belum tentu orangnya pun mau dibuat begitu, gambar2 tidak senonoh, dan komen2 di posting seperti itu saya lihat tidak ada yang positif. Komen2 semakin ‘menjadi’.

Satu hal yang saya yakin, mereka berani memposting hal seperti itu karena social media has no rules! Ada sih biasanya di privacy terms apaa gitu namanya yang berisi aturan2. But, in reality, pernahkah kita baca itu? “Ga akan dapet hukuman ko. Toh medsos nya aja ga bisa ngelacak kita siapa. Kalau ketauan pun bisa kita delete, ganti akun baru”. Yaa.. di dunia nyata aja masih berani melanggar aturan hukum, apalagi di dunia maya yang bisa ngilangin jejak. 

Kita bener2 harus hati2, kawan. Kita harus ingat, siapa aja ‘friends’ dan ‘followers’ kita. Adakah anak di bawah umur yang punya akun medsos? Pasti ada! Jadi, beri contohlah kepada mereka hal-hal yang baik. Berbahasa lah yang baik, posting hal-hal positif. Please, be wise to use social media! 🙂

 

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Social Media has no rules, so be wise to use it! (Part 1: Post)

  1. Setuju sekali, walaupun di medsos atau di dunia maya yang orang2nya kebanyakn ga kita kenal. Tetep kita harus jaga sikap atau jaga kesopanan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s