We will never know if we never try.


Tadi siang, saya sedang nonton TV. Ganti channel sana sini ga ada yang seru. Sampai tiba di sebuah channel yang menayangkan tentang kabar MotoGP beberapa waktu yang lalu di Motegi, Jepang. Yap, ketika saya SMP saya ga pernah ketinggalan berita dan nonton MotoGP dan F1. Saya pendukung Dani Pedrosa dan Kimi Raikkonen saat itu. Bahkan ketika Schumi masih menjadi rajanya F1, saya selalu bingung untuk mendukung Schumi atau Raikkonen xD Tapi kemudian, semenjak SMA saya jadi tidak begitu tertarik lagi menonton mereka. Hanya sepintas mengikuti lewat berita di TV.

Tadi siang pun iseng saja ingin mengetahui perkembangan MotoGP dan WOW, Pedrosa semakin berpeluang untuk menjadi juara di musim kali ini. Wajahnya juga still cutie. Hahahaha.

(sumber gambar: beritakaltim.info)
IYA KAN dia cutie banget untuk seorang pembalap?? xD

Hehe, tapi bukan Dani inti utama yang ingin saya ceritakan. Setelah channel itu menginfokan MotoGP Dani dkk., giliran Moto2 yang diberitakan. Yap, inilah yang membuat saya tertarik. Saya tidak tau sama sekali tentang perkembangan Moto2, dulu juga emang jarang liat sih. Kemudian mereka memberitakan Keajaiban Marc. Begini ceritanya:
Saat posisi START, Marc berada di posisi yang lumayan. Engga begitu depan, tapi sekitar pertengahan. Ketika lampu berwarna hijau menyala, dengan segera para pembalap melaju kencang. Tapi Marc melakukan kesalahan. Dia terlihat salah mengoper gigi, sehingga dia tertinggal oleh pembalap lain. Walaupun perbedaannya hanya beberapa detik, tapi posisi dia jadi sekitar ke 4 dari belakang. Ketika saya melihat tragedi ini, sontak saya tertawa dan menyayangkannya. Bahka saya sampai ngomong sendiri, “Aaah, pasti kesel banget da. Udah deh pasti males banget ngelanjutinnya juga udah ketinggalan gitu”. Kemudian sang reporter pun berkata, “Pada lap ke 3, Marc berhasil mencapai posisi 6 besar”. Sontak saya berteriak, “HAAAAHH??”. Sang reporter pun berkata lagi, “Tidak lama dari lap itu, Marc berhasil mencapai posisi 3 besar sampai akhirnya dia berhasil berada di posisi pertama”. WHAAATT??! Kereeen!! Terlihat para staff yang tadinya kecewa menjadi begitu bahagia. Dan wow, ternyata inilah wajah sang juara yang tangguh tersebut:

(sumber foto: otomamia.blogspot.com)
Aww, he’s so cute! 11-12 lah sama abangnya di Repsol juga (Pedrosa). Hahaha.

Hmm, saya jadi berpikir, bukankah kita bisa menyamakan hal itu dengan kehidupan? Ketika kita gagal ketika memulai sesuatu, jangan menyerah begitu aja. Kalau kita terus maju dan mencobanya, siapa tau kita bisa menjadi pemenang dan lebih unggul dibandingkan yang lain. Iya ga? Semangat Marc Marquez ini bener2 jadi inspirasi buat saya. We will never know if we never try 😀

Ini video ketika Marc melakukan kesalahan di posisi START (sumber:   @ Youtube) :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s