Sampah oh sampah (part I)


hari ini nonton berita di berbagai stasiun TV, mulai yang lokal sampai nasional. Isinya? Hampir seluruh Indonesia dilanda banjir karena cuaca ekstrim. Emang hampir 2 minggu ini hujan gede banget (termasuuk di Bandung). Diberitakan banyak pohon dan reklame yang rubuh, bahkan ada yang sampai meninggal. Itu bencana banget, siapa yang tau tu reklame atau pohon bakal tumbang saat itu? Hanya Dia yang tahu..

Kalau pendapat saya tentang banjir, ini salah satunya pasti karena manusia juga. Satu, sampah! Yap, kecil tapi punya koloni. Anehnya mereka suka bergerombol di parit, sungai, gorong-gorong, dsb. Seharusnya mereka itu ada di TPA, tapi ga tau kenapa nih kalau dari pengamatan saya sampah di jalan-jalan tuh udah ga aneh. Suatu hari, saya lagi di angkot. Terlihat ibu dan anak. Anak itu sedang makan makanan ringan. Ketika dia hendak membuang sampah, ibunya mengambil sampah itu dan PLUNG! sampah terbang meninggalkan angkot lewat jendela. Aaahh… i see… BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA. Apakah kalimat itu udah norak sekarang ini? Udah ga jaman ya? KEBERSIHAN MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN, apakah kalimat ini juga udah kadaluarsa? Kalimat yang ke 2 ini ada di Al-Quran loh, ga mungkin kadaluarsa! So, apa dong yang membuat manusia masih membuang sampah di mana aja? Bukankah 2 kalimat itu telah tertanam dari kita mulai mengenal sekolah?

Awalnya, harapan bahwa orang-orang masih ada yang peduli lingkungan mulai pupus. Kejadian di angkot itu ga sekali atau 2 kali saya liat. Lucunya juga, suatu hari saya di angkot yang lagi nyari penumpang. Iseng, saya perhatikan para pedagang di deket angkot yang saya tumpangi. Saya melihat ada seorang pedagang gorengan yang sedang mengupas pisang di hari yang sedang hujan cukup lebat. Bangga banget saya ngeliatnya, dia tetap mau bertahan berjualan walaupun hujan, dan kakinya hampir tergenang air. Tapi PLUK! kulit pisang itu dijatuhkan begitu saja di air yang cukup tinggi di kakinya. HEY! Jalanan sudah mau banjir, dia malah nambahin sampah.

“Bu, sampahnya dibuang kemana?”. “Jangan dibuang keluar, sini sama ibu disimpen”. Ternyata harapan itu masih ada. Seketika saya tersenyum sendiri di angkot. Bentar, hubungannya sama banjir apa? Well, ingatkah soal Pendidikan Kewarganegaraan yang pertanyaannya: Sebutkan bencana yang timbul karena buang sampah sembarangan! Jawab: Banjir, longsor. Nah, itu dia. Kayanya emang BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA udah ga jaman! Sekarang ini harusnya: BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA!!!

Yaa… memang bencana alam itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Tapi bukankah manusia juga harus berusaha untuk menghindarinya? Kalau udah berusaha dan bencana itu tetap datang, itulah kuasa-Nya. Yuk ah kita mulai membuang sampah pada tempatnya agar ketika datang cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi, setidaknya banjir yang datang tidak terlalu besar.

semoga bermanfaat ;D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s